BAHAYA NARKOBA DAN MIRAS BAGI PELAJAR DAN REMAJA INDONESIA
OLEH : SUNDARI WIDIASTUTI, S.PSi
KONSELOR ADIKSI BNNP KEPRI
Sekitar 15.000 Remaja meninggal setiap tahunnya di Indonesia akibat NARKOBA. Narkoba sudah merambah masuk sekolah, ada ratusan ribu pelajar Indonesia menjadi pecandu Narkoba bahkan menjadi pengedar narkoba. Jaringan pedagang narkoba sudah memasuki lingkungan sekolah, kampus di semua kota dan kabupaten. Narkoba masih menjadi teror dan ancaman serius bagi generasi muda Indonesia. Waspadalah!
Narkotika dan Obat-obat Terlarang (NARKOBA) tidak diragukan lagi sebagai ancaman besar bagi manusia, teror bagi peradaban serta pembunuh generasi muda. Betapa Narkoba semakin beredar luas, memasuki dunia selebriti bahkan kini semakin jauh memasuki dunia remaja berpendidikan. Banyak anak-anak sekolah yang akhirnya terjerembab ke cengkraman narkoba. Mari kita kenali betul apa, bagaimana dan tindakan kita dalam menghadapi ancaman narkoba.
Hal yang menyebabkan remaja mengonsumsi Narkoba dan Miras :
– Pengaruh pergaulan. Ketika punya teman yang pengguna atau pengedar maka pasti akan perlahan-lahan akan diajak mencicipi sehingga akhirnya menjadi pecandu yang nanti juga akan menjerat temannya yang lain. Hati-hati pilih teman!
– Dijerat oleh pengedar. Punya teman atau kenalan baru yang ternyata pengedar sangat bahaya sebab pertama-tama dia akan menawarkan gratis dan ketika sudah mencoba lalu ketagihan maka apapun akan dilakukan asal bisa membeli narkoba. Selanjutnya anda akan tergantung kepada teman pengedar itu, bahkan para remaja perempuan bisa menjual tubuhnya demi narkoba. Waspada pada penjerat!
– Rasa ingin mencoba. Tidak sedikit pecandu narkoba itu awalnya hanya sekedar iseng ingin mengobati rasa penasaran, “gimana sih rasanya narkoba?” Begitu sudah merasakan langsung menjadi pecandu, maka sulit sekali melepaskan diri dari kecanduan narkoba, dan inilah yang paling diinginkan oleh penjual narkoba karena barangnya semakin laris manis.
– Dipaksa. Ini juga seringkali terjadi ketika seeorang memaksa temannya untuk mengkonsumsi benda terlarang itu atas nama solidaritas dan kekompakan. Solidaritas kok narkoba dan miras? Biasanya rasa sesal terjadi setelah mengonsumsi. Maka harus berani tegas, menolak bila ditawari dan dipaksa narkoba / miras apapun alasannya.
Secara umum, dampak fisik dan psikis orang yang mengkonsumsi Narkoba adalah sebagai berikut :
Struktur syaraf rusak, melemahnya daya ingat dan hilangnya konsentrasi, depresi yang luar biasa, mata menjadi merah dan muka pucat, gangguan organ-organ vital tubuh, hilangnya pengendalian pada diri, mudah tersinggung/marah sehingga rawan keributan, kerusakan otak dan penyempitan pembuluh darah otak, paranoid dan sering melihat sesuatu yang tidak tampak, halusinasi, tubuh kurus kering dan lama-lama tulang keropos, menderita pada saat sedang ketagihan (kecanduan akut), tidak punya rasa takut dan malu pada orang lain dan orang tua, demi membeli narkoba pengguna nekad menipu, mencuri dan berbuat kriminal, tidak peduli pada sekolah dan masa depan, masa bodoh dengan urusan di luar narkoba, nekad menjual apa saja yang dimilikinya maupun milik orang lain demi menyalurkan kecanduannya, pengguna pasti dijauhi oleh teman-temannya yang baik-baik dan terkucil dari lingkungan sosial, masa depan pengguna narkoba pasti akan suram dan jarang yang bertahan hidup lama (pengguna narkoba banyak yang mati muda), rentan sekali kena HIV/AIDS terutama yang menggunakan jarum suntik dan yang seks bebas (salah satu penyebaran virus HIV adalah dari kalangan pengguna Narkoba), fisik tambah buruk, tambah jelek dan tampak lebih tua dari usia sebenarnya, di tangkap polisi.
Bagi yang sudah terlanjur terjerat narkoba, sebaiknya cepat ambil tindakan, sekarang juga. Pertama-tama, jauhi lingkungan yang identik dengan narkoba, hentikan pertemanan dengan mitra narkobanya, segera masuk di dunia pergaulan baru yang normal. Cari info tentang rehabilitasi dan kukuhkan niat, teguhkan rencana untuk meninggalkan dunia narkoba untuk selama-lamanya.
